Tentang Sebuah Tempat di Sudut Alam Semesta
Juni 30, 2026
Tentang Sebuah Tempat di Sudut Alam Semesta
Malam ini langit cerah. Cahaya rembulan keperakan
menghiasi langit malam yang penuh bintang-gemintang. Dengan selimut yang
tersampir di bahuku, aku menatap langit yang bersih tanpa awan di atas atap kost
yang selalu sunyi. Taburan bintang di atas sana yang jaraknya ribuan tahun
cahaya dari sini mengurangi rasa senyap. Aku menganggap langit yang cerah malam
ini sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-26 dari Allah.
Sepanjang hari, aku memang berharap supaya bisa
menatap bintang malam dengan jelas malam ini mumpung bulan masih berada di fase
purnama. Dan, Allah menjawab pintaku. Bagiku, stargazing adalah
kebahagiaan tersendiri yang sulit diungkapkan, terutama saat mataku bisa
menangkap berbagai bentuk rasi bintang di atas sana. Malam ini, bertambah lagi
rasi yang dapat kulihat yaitu Corvus dan Scorpius, setelah Centaurus dan Crux.
Bungah memercik saat aku bisa melihat garis tak
kasat mata yang menghubungkan antar bintang menjadi berbagai bentuk indah. Perasaan
yang tak bisa kubagikan ke siapapun hanya dapat kutumpahkan di sini. Melihat bintang
dari sudut alam semesta ini membuatku tak sendirian di tengah kehampaan. Terkadang
aku beranggapan bulan dan bintang diciptakan agar manusia tak merasa tersisihkan
di gelapnya malam. Ribuan titik yang berkerlap-kerlip menjelma sosok kawan di
kala kelam menguasai jiwa.
Di sudut alam semesta yang terabaikan, aku ada.
Meskipun suara dan tulisanku mungkin tak akan mencapai siapapun, aku akan tetap menuangkan
perasaanku yang meluap dengan tinta dan kuas. Kehadiranku seperti salah satu noktah di atas kanvas berwarna hitam yang terhampar melingkupi alam semesta. Noktah
yang mengingatkanku pada benda langit yang tetap memancarkan cahaya walau sinarnya
butuh ribuan tahun cahaya untuk sampai ke radar para penghuni bumi.
Aku bersyukur malam ini bisa menatap cakrawala berwarna biru gelap yang penuh oleh noktah berpendar. Malam ini, angkasa sedang berpesan tanpa suara dan menjadi saksi bisu kehadiran seseorang di sudut alam semesta.
30 Juni 2026
0 comments