Bintang
Terima kasih, bintang yang bersinar. Terima kasih, bintang yang cahayanya mengenai makhluk penghuni bumi. Terima kasih telah mewakili aku yang mengapung di kehampaan. Terima kasih pada yang telah berani bersuara karena suaraku tak mungkin terdengar oleh siapapun. Terima kasih telah menorehkan kata yang tak mampu kutuangkan dari benakku.
Maaf atas kehadiranku di sini. Redup cahayaku
tak akan mengenai siapapun layaknya lampu mercusuar di tengah badai yang
mengarah pada bebatuan karang, mustahil menggapai kapal yang berlayar nun jauh
di sana.
Dari kejauhan, aku memandang cahaya bintang
yang menyilaukan. Dalam hening, terbersit rasa takjub. Bagaimana rasanya jika
ada yang menyadari keberadaanku di sudut alam semesta. Keinginanku terlalu
muluk. Jadi aku menguburnya. Bagaimana rasanya jika aku tetap menumpahkan bisikan
di kepalaku pada kanvas gelap ini. Kelak aku hanya menjadi titik kecil di angkasa
yang gulita. Mungkin cahayaku tak sampai pada makhluk penghuni bumi. Tapi
bukankah tidak apa-apa jika aku hanya ada? Bukankah tidak apa-apa menjadi tanpa
makna?
28 Agustus 2026




