Brothership

FF: KyuMin First Story

Mei 08, 2015


-Sungmin POV-

Dia.

Dia itu magnae yang ‘aneh’. Tidak seperti kebanyakan maknae lain, yang biasanya hyper, atau menjengkelkan. Tapi, ia sangat pendiam dan juga sangat tertutup. Ketika berada di ruang tunggu/backstage, dia lebih sering diam, entah apa yang ia pikirkan. Memng sih, selama dia di sini, dia belum akrab dengan member Super Junior yang lain. Hmmm... Ya. Dia adalah sosok yang misterius.

Semenjak kedatangannya di  Super Junior, aku sudah penasaran dengannya. Aku ingin sekali tahu tentang anak itu. Tapi, begitu aku dan dia berdekatan, entah kenapa, terasa sangat canggung dan satu lagi, auranya sedikit aneh. Walaupun lebih aneh auranya Yesung hyung.

“Sungminnie hyung!”

Seseorang memanggilku dan aku sudah mengenal dengan sangat baik suara khas ini, suara Kim Ryeowook. “Ya. Ada apa?” sahutku menoleh ke arahnya yang ternyata sedang berdiri di belakangku. Sepertinya, dia yang lebih pantas menjadi magnae di antara kami. Selain wajahnya yang cute overload, tingkahnya pun manis.

“Kau melamun, hyung?” katanya sambil memperhatikan wajahku dengan seksama. HEY! Apakah wajahku sangat terbaca kalau aku sedang melamun?!

Anni!” bantahku. “Ada apa, sih?”

“Member lain sedang keluar, kau tidak ikut?” tanya Ryeowook kepadaku.  

“Ke mana?”

“Hanya berjalan-jalan saja,” jawabnya santai sambil tersenyum. Tiba-tiba seseorang lagi muncul dari... entah dari mana seseorang itu sudah berada di hadapanku. Tanpa melihat pun, aku sudah tahu kalau seseorang itu pasti Yesung hyung. Aku heran, kenapa Ryeowook bisa betah berdekatan dengan Yesung hyung? Jangan-jangan... Ryeowook disihir oleh Yesung hyung sehingga ia jadi betah berdekatan dengannya. Andwae~ Kenapa aku jadi berpikiran seperti itu ya?

Oh iya, sepertinya Yesung hyung  juga akan mengajakku pergi keluar. Aku sedikit bimbang, aku ikut tidak ya?

“Sungmin, kau tidak mau ikut kami? Kami mau pergi berjalan-jalan keluar,” kata Yesung hyung sambil menggandeng tangan dongsaeng kesayangannya, Ryeowook, sepertinya ia bisa membaca pikiranku. Ah, lagi-lagi aku berpikiran aneh seperti itu. Andwae~ Menyebalkan! Eits tapi tunggu... Kalau semua member lain sedang pergi keluar, lalu aku dengan siapa di dorm?

“Tunggu. Apa benar semua member pergi keluar?” tanyaku dengan cepat, karena Yesung hyung dan Ryeowook sudah berjalan menjauh dariku dengan memakai jaket tebal dan pelindung dingin lengkap, mereka melangkah santai menuju pintu utama dorm.

“Emmm... Ada Kyuhyun,” jawab Yesung hyung, cuek.

Sungguh aneh, kenapa anak itu tidak ikut keluar? Apa karena tidak ada yang mengajaknya? Kurasa tidak mungkin, deh... “HYUNG! Kami berangkat ya! Bye!” lagi-lagi Ryeowook mengagetkanku dari lamunanku. Ah, kenapa aku jadi sering melamun ya?

Ya! Tidak usah mengagetkanku!” kataku dengan sedikit sebal kepada Kim Ryeowook, kulihat ia terkekeh geli melihat ekspresi wajahku yang sedang cemberut tetapi tetap cute, dan pintu pun tertutup seiring dengan bunyinya yang keras. Aku sedang duduk di kursi meja makan. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan hari ini, jadi aku hanya memainkan handphone-ku dengan bosan di sini. Di ruang makan.

Sekarang kembali ke ‘misi’ku. Aku ingin mendekati anak itu, anak yang tadi kubilang adalah sosok misterius. Apa benar anak itu ada di dorm? Aku pun memanggilnya pelan, “Kyuhyun?” Tak ada jawaban.  Mungkin anak itu juga pergi, bisa saja Yesung hyung tadi membohongiku. Haha! Eh? Aku jadi bingung? Barusan aku ingin mendekati anak bernama Kyuhyun itu, tapi kenapa aku mengharapkan anak itu pergi keluar dorm? Aku aneh!

Ne?

Sebuah suara menyahut. Suara dingin itu, suara Kyuhyun. Lagi-lagi aku telah membohongi diriku. Mungkin ini kesempatanku untuk bisa mengenal lebih dekat seorang Kyuhyun. Tapi... Apa aku bisa  mendekatinya ya? Berhubung aku dan dia sangaaat jarang mengobrol. Sudah kubilang kan tadi, kalau anak itu belum mendapat teman dekat di dorm.

Aku pun berjalan menuju asal suara dingin tadi. Ternyata anak itu sedang berda di ruang tengah. Begitu aku duduk di karpet dekat sofa tepat berada di sampingnya, rasa canggung itu melanda diriku dan dirinya, mungkin. Tapi sepertinya ia tidak mempedulikannya. Aish... Apa dia tidak peka?

“Kenapa hyung tidak ikut pergi keluar?”

Aku masih diam. Perkataannya dingin dan sedikit kasar. Apa yang harus kujawab? Aish... Aku bingung dengan anak ini dan juga dengan diriku yang aneh ini! Tapi benar juga perkataannya, seharusnya tadi aku ikut pergi keluar bersama Yesung hyung dan Ryeowookkie. Tapi kalau aku ikut, aku pasti bakal menganggu mereka!  

“Em, ma-ma’af hyung. Tadi aku salah ngomong. Maksudku, kenapa hyung tadi tidak ikut keluar menikmati musim dingin?” dia menoleh ke arahku dengan ekspresi canggung. Ia mem-pause game-nya sebelum menoleh ke arahku.

“Kau juga kenapa tidak keluar?” kataku balas bertanya. Ia sepertinya mulai merasakan aura canggung yang menyelimuti kami berdua.

“Em... Tidak. Tidak apa-apa. Aku... hanya ingin di dorm,” jawabnya kaku tapi masih dingin. Bisakah ia bertingkah hangat sedikit saja?

“Kau yakin?” tanyaku berusaha menghangatkan suasana.

“Iya. Aku hanya ingin bermain game,” jawabnya tanpa senyum lalu kembali bermain game.

“Kau suka bermain game?” tanyaku penasaran. Aku baru tahu kalau ternyata dia suka bermain game.

Ia hanya mengangguk pelan dengan mata terfokus pada layar laptopnya. Oh... Jadi begitu? Itu yang ia lakukan setiap hari dengan laptopnya. Pantas saja ia begitu pendiam.

“Kalau... hyung? Kenapa tidak keluar juga?” tanyanya lagi. Oh iya, aku sampai lupa kalau aku belum menjawab pertanyaannya yang satu ini.  

“Aku hanya capek,” jawabku jujur.