Article

6 Things To Do in South Sulawesi

Agustus 04, 2017

6 Things To Do in South Sulawesi

(Tanjung Bira Beach, Bulukumba Regency, South Sulawesi)

Hello guys! Have you ever visited South Sulawesi? The province with many historical and exotic destinations, from the city light of Makassar to the traditional cemetery in Tana Toraja. Today, I will give you suggestions about things to do in South Sulawesi ^^

If you visit South Sulawesi:

1. Explore Makassar City to discover Fort Rotterdam and Losari Beach. Both of places are near the sea. Fort Rotterdam is a heritage of Gowa-Tallo Empire. Meanwhile, Losari Beach is a famous beach in Makassar City. In Losari Beach, there is a Floating Mosque. Why is it named like that? Because the mosque is built above the water. After walking around, you must be hungry! So you should taste one of delicious Makassar street foods, that is Pisang Epe’. Pisang Epe’ is made of pounded bananas with variety toppings like caramel, sugar, and syrup. 

2. Observe Bulukumba regency which owns many beautiful beaches. This is very recommended! Your journey is not complete if you don’t go to the beach when you visit South Sulawesi! There are many beautiful beaches in Bulukumba regency with clear blue water, like Marina Beach, Apparalang Beach, Tanjung Bira Beach, and beaches in Selayar Island.These places take around 4 hours trip from Makassar. In Apparalang Beach, you can enjoy the scenery of blue sea and swim if you have courage. (I suggest you not to swim here! It's very dangerous because of the hard waves!) 

I will give you suggestions if you want to swim: book a villa which is near the sea for a night, then wake up early to enjoy sunrise in the morning and swim until you get attacked by jellyfish! (That is my experience xD). Next is Tanjung Bira beach. You can play water games here, like banana boats, diving, or take a boat to Penyu Island. You can also sail to Selayar Island to see more beautiful beaches. But it needs 4 hours sailing from Bira Harbour. You must visit those places! And for souvenir, I suggest you to buy Akar Bahar bracelet.

(Apparalang Beach, Bulukumba Regency, South Sulawesi)

3. If you prefer waterfall, you don’t have to worry that there is no waterfall in South Sulawesi. You must visit Bantimurung Waterfall to enjoy freeze water! Bantimurung Waterfall is near Makassar City. It only takes a hour to get there from the city. After playing with water, don’t forget to buy souvenirs! You can buy butterfly key chain, or many others insects souvenirs! It’s very unique to remind your memorable holiday in South Sulawesi.

4. Travel around Tana Toraja regency! Not only waterfall and beaches, South Sulawesi also has plateau. This is recommended for you who love to hike. You can go to a place called “Country Above the Clouds”. This place is a plateau that let you feel clouds beneath you feet. I suggest you to come here in the early morning to see beautiful sunrise. After that, you must visit Londa cemetery to see Toraja’s ancient culture to buried their ancestor’s mummy inside a hill. 

If you luck, you can visit the traditional ceremony of Toraja people. Be careful of pigs and Tedong (Sulawesi’s buffalo which has big torn in the head)! If you are a moslem, you should picky about the foods you want to eat, because it's hard to find halal food here. It takes 7-8 hours trip to Tana Toraja from Makassar.

(Traditional Ceremony of Toraja People)

(The view from "Country Above The Clouds")

5. Spare time to go to Pare-Pare city to enjoy the calmness. Yes, the city is serene and always has hot weather. In Pare-Pare, you can visit Habibie-Ainun monument which is very iconic because Pare-Pare is B.J. Habibie’s hometown. You can also go shopping in Pasar Senggol. There are many import products here with cheap price!

6. For kinds of food from South Sulawesi, you should eat Cotto Makassar. This food is very different from soto in Java, because the seasonings has stronger taste. Eat Cotto Makassar with burasa! Burasa is what lontong or ketupat called in Sulawesi, but it has rectangle shape. You can also try Pallu Basa. Pallu Basa is meat soup with rich seasonings and grated coconut. Don’t eat those foods if you have high colesterol! For dessert, try Pallu Butung. Pallu Butung is wrapped banana with green sticky rice that is usually served with Pandan syrup. It’s very delicious!

Well, that’s only a little about what you can do in South Sulawesi. There are still many destinations and many cultures to be explored! Don’t forget to consider South Sulawesi as your next holiday destination! Believe me, you won’t regret spending holiday in South Sulawesi! ^^


My Stories

A Short Journey

Februari 19, 2017

A Short Journey



A Short Journey, mungkin itu judul yang tepat buat hari ini :D Inget. Bukan lagunya Super Junior. Bukan judul novel. Tapi ini buat judul pengalamanku aja. Ya~ Hari ini emang lumayan seru, makanya langsung kutulis dan kushare di blog absurd ini XD Hari ini bener-bener hari yang enggak pengen aku lupain. Walaupun aku udah capek banget, aku tetep ambil laptopku dan nulis ini. Intinya: hari ini walaupun kurang beruntung, tapi… lumayan lah buat cari pengalaman…

Story begins!

Jadi, hari ini aku ikut lomba Quicky-Macky di UPS (Universitas Pancasakti) di Tegal. Berhubung aku sekolah + tinggal (ngekos) di Purwokerto, dan Tegal itu jaraknya sekitar 90 km dari Purwokerto (source: Google.com XD), aku dan temen-temen lain yang ikut lomba di UPS berangkat jam 4ã…¡rencananya. Tapi ternyata malah berangkat jam 6 karena ngaret banget dan inilah, itulah, bla bla bla.

Tumben banget, aku bangun jam 3 pagi, terus langsung siap-siap berangkat lomba. Soalnya jam 4 udah harus ada di sekolah. Awalnya aku takut banget gak bisa bangun pagi karena aku ini tipe orang yang susah bangun pagi -____-‘ Muehehehe…

Selesai mandi, pakek baju, siap-siap, aku langsung jalan ke sekolah sendirian. Demi apa. Horor waktu ngelewatin bangsal sendirian >< Jadinya aku lari dari belakang sekolah sampai ke pintu gerbang Barat sekolah. Di depan gerbang Pak Sarkim (sebutan salah satu gerbang di sekolahku XD), udah ada Rifqi Hanif dan Karen. Mereka setim Quicky-Macky sama aku.

Tapi ngaret, ngaret, ngaret… Akhirnya kami berangkat jam 6. Jam 7 sarapan di Purbalingga. Selama di perjalanan, kita (total ada 11 anak yang ikut loba-lomba di UPS, soalnya lombanya bukan cuma Quicky-Macky tapi ada banyak) dengerin lagu /oke ini mendingan di skip -_- ga penting banget/

Intinya kita sampai di Tegal jam 9.30. Padahal babak Elimination-nya aja mulai jam 9.15. Tapi gitu deh… Orang Indonesia… Tahu sendiri kan? Ngaret. Di mana-mana ada aja yang ngaret. Realitinya mulai jam 10 pagi.


Family

5.51 WIB

Januari 09, 2017

(Gambar hanya pemanis postingan)

5.51 WIB

Sore-sore begini sambil nunggu adzan Maghrib jadi keinget waktu bulan Ramadhan di Pare-Pare. Kota yang selalu aku rindukan karena di sana ada Ibu, Tante, dan Kakek-Nenek-ku yang biasa kupanggil Aba dan Mami.

Duh… >< Omong-omong kayak gini, jadi kangen Pare-Par! Biasanya jam segini tuh lagi ngumpul di depan TV sama adik-adik sepupuku yang selalu heboh. Entah kenapa selalu ada saja yang mereka debatkan -_-‘ Kadang remot TV, kadang film, kadang cerita sekolah mereka… Hahaha… Walau aku enggak bisa Bahasa Bugis, tapi aku sok mudeng aja dengerin cerita mereka.

Kemudian pertengkaran itu berhenti ketika Ibuku menyuruh salah satu dari adik-adik sepupuku membeli Jelangkote (nama risoles di sana. Enak loh :D)


(menggoda euyyy :9)


Akhirnya aku, Asha (nama adik sepupuku yang masih kelas 8), dan Fira (nama adik sepupuku yang udah kelas 9 sekarang) bisa menonton TV dengan tenang. Hahaha… Aku seneng aja berada di depan TV itu walau yang ditonton cuma acara sinetron atau acara dangdut xD Kadang si Asha yang ngefans sama Rafli (aku enggak tau itu siapa tapi yang jelas penyanyi dangdut XD) selalu komen mana Rafli, mana Rafli.

Hahaha…

Kedua adik sepupuku yang tadi disuruh beli Jelangkote kembali sebelum adzan Maghrib. Annun yang habis sunatan dan enggak puasa, makan Jelangkote di depan kami yang sedang puasa. Dasaaar! -_-‘ Tapi emang gitu deh. Pernah juga Tante-ku minum air kelapa di depan aku, Fira, dan Asha pas lagi puasa (tahu kan kenapa cewek enggak puasa kalo lagi bulan Ramadhan? :p) Jadi semacam pamer gitu deh kalo cewek-cewek ini lagi gak puasa di rumah. Aku juga pernah :p /tapi sebenernya gak bermaksud pamer kok. Aku kan anak baik./

Adzan Magrhib berkumandang setelah ada siaran rutin seperti radio (?) dari masjid. Kemudian sirine dan dug dug dug… Allahu akbar… Allahu akbar…!

Buka puasaaaaaa! :D 

Kami langsung menyerbu meja makan /sebenernya enggak menyerbu juga sih xP lebih tepatnya menyerang!!! RAWWWRRRR!!!/ Aku meminum milk tea yang kubuat sendiri lalu memakan Jelangkote dan memakannya di TV yang masih belum adzan. Ah… Senangnya puasa di zona WITA~~~

Tak hanya bocah-bocah ini. Ibuku, Tante, Mami, dan Aba juga berbuka di ruang makan. Seperti biasa, Aba meminum takjil-nya lalu bergegas ke masjid.

Di ruang makan yang bersebelahan dengan ruang tengah itu selalu ada topik heboh. Terutama waktu Annun habis sunat xD Orang-orang sibuk menanyakan kabar ‘burung’-nya. Hahahaha!

Setelah makan beberapa Jelangkote yang nyummyyyy :9 Semuanya pergi shalat bergantian di lantai 2.

Peringatan shalat jangan kilat dari Ibuku untuk aku dan adik-adikku selalu terngiang di kepalaku.

Setelah kewajiban telah dilaksanakan, kami ke bawah lagi. Lanjut menonton TV~ :D Menunggu Aba pulang. Karena di sini, selalu laki-laki dulu yang makan, baru para cewek B-) Hohohoho~~~

Pernah suatu ketika setelah selesai makan, semua lampu dimatikan.

Mami duduk di salah satu kursi yang ada di dekat ruang makan. Para bocah langsung duduk sembarang melingkar di situ. Aku, Asha, Fira, Annun, dan Abrar. Begitu pula Tante dan Ibuku, juga ada di situ.

Aku masih inget banget xD Waktu itu Ibuku habis melihat seperti penampakan lewat. Pakai peci dan baju putih, tapi mukanya enggak kelihatan. Aku enggak percaya xD (padahal Ibuku sendiri yang cerita). Akhirnya Fira praktek di luar dan ternyata Fira yang tinggi aja enggak sampe kelihatan di ventilasi udara. Sebab letak ventilasi udara yang ada di tembok rumah lumayan tinggi.

Terus siapa orang berpeci yang barusan lewat itu? :v Masih menjadi misteri, bung!

Cerita lanjut cerita, ujung-ujungnya Mami bercerita horror. Semua kejadian-kejadian horror yang pernah terjadi di rumah itu diceritakan /yah enggak semua juga sih hehe :D/ Ibuku juga cerita kalau dulu waktu masih kecil suka main jelangkung di rumah.

Suasana gelap-gelap, cerita horror, malem-malem habis Magrhib… IS THE BEST THING EVER!!! :D

Habis itu pada enggak berani ke lantai 2 buat shalat Isya :D :v Termasuk diriku. Awalnya aku sok berani jalan ke lantai atas yang gelap karena lampunya dimatikan. Tapi pas mau ke kamar mandi, aku gak kuat. Aku lambai-lambai ke kamera. /eh ini bukan masih dun*a lain -_-/

Soalnya katanya sering kedengaran langkah-langkah dari lantai 2. Ditambah lantai 2 itu lantainya masih pakai kayu. Jadi suaranya makin terdengar horror... Hihihihihihi (suara kuntilanak) Katanya Ibuku juga pernah denger suara tangisan anak bayi dari luar rumah…

Hahahahahahahahahahahaha… (suara ketawaku)

Jadi begitulah sekilas flashback liburanku di Pare-Pare :’) Kota pinggir laut yang damai~ Semoga liburan besok aku bisa ke sana lagi. Aamiin… :’D 


Original Story

Laut

November 20, 2016

Laut


Hari Sabtu yang cerah. Langit berwarna biru di atas Kota Yogyakarta terlihat bersih dari awan. Cuaca hari ini benar-benar pas bagi mereka yang ingin pergi berjalan-jalan. Di depan pagar sebuah rumah bernuansa minimalis, terlihat tiga remaja berdiri di samping sebuah mobil Avanza silver yang akan membawa mereka ke pantai.
Namun wajah ketiga anak itu berbanding terbalik dengan cuaca cerah hari ini.
“Amanda sama Rylan di mana sih? Kok belum ke sini juga?” gerutu Vikaã…¡nama cewek berambut panjang itu. Ia yang paling kesal karena pergi ke pantai hari ini adalah idenya.
“Sabar…” kata Eliza. Di antara lima sekawan itu, dia yang paling sabar dalam berbagai keadaan. Bahkan selama Vika mengenal Eliza, dia belum pernah melihat Eilza marah.
“Kalau kayak gini caranya, bisa-bisa gagal,” kata Trevor. Dia yang tertua di antara mereka berlima dan merupakan kakak sepupu Vika. Dalam perjalanan nanti, dia yang akan menyetir.
“Enggak! Pokoknya harus jadi!” kata Vika bersikeras.
Baru saja dibicarakan, tiba-tiba terdengar suara motor melaju dari ujung gang yang menuju rumah Vika. Vika langsung menengok ke arah motor yang sedang melaju kencang itu. Dan ia yakin cowok berhelm hitam itu adalah Rylan. Vika langsung bertanya-tanya di mana Amanda? Ternyata cewek itu ada di belakang Rylan.
“Akhirnya… datang juga,” kata Vika sambil tersenyum lega.
Begitu sampai di rumah Vika, Rylan langsung memarkirkan motornya di garasi rumah Vika.
“Tahu enggak? Kita hampir karatan nungguin kalian berdua,” kata Vika pada Amanda yang baru saja turun dari motor. Rylan berjalan di belakangnya.
Amanda hanya nyengir menjawab omelan Vika. Cewek bernama Vika itu memang sangat perfeksionis dan kadang menyebalkan. Namun Amanda, Rylan, Eliza, dan Trevor tahu kalau Vika sebenarnya baik.
Sorry ya. Aku juga capek nungguin Amanda dandan di rumahnya,” kata Rylan.
Amanda langsung meninju lengan Rylan. “Enak aja! Kamu juga ketiduran kan? Makanya telat!” balasnya.

My Stories

The End of My Trip

November 20, 2016

MY TRIP [PART 2]



19 Juli 2016        

Pesawatnya delay lagi. Padahal harusnya sekarang udah boarding, tapi ternyata delay sampai jam setengah 8 malam. Aku melihat jam tanganku. Sekarang pukul 18.30 WITA dan aku masih berada di Makassar, padahal besok aku udah harus sekolah. Dan aku sekolah di Purwokerto yang jaraknya ratusan kilometer dari sini!

Terbang ke Yogyakarta butuh waktu 1 jam 30 menit, lalu dari Yogyakarta ke Purwokerto butuh waktu perjalanan darat 5 jam. Itu berarti aku masih harus menempuh perjalanan 6 jam 30 menit untuk sampai ke kosanku yang berada di Kota Purwokerto. Kalau aku baru terbang jam setengah 8… berarti aku baru sampai di kosan jam setengah 3…

-_- Masih lama banget…

Oke. Tenang… Perbedaan waktu Sulawesi dan Jawa itu 1 jam. Berarti kalau menurut perhitungan Waktu Indonesia Barat, aku bakal sampai kosan jam setengah 2. Kalau gitu aku masih bisa tidur dan bersiap-siap ke sekolah besok pagi.